Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulsel. Tim SAR gabungan mulai menyisir area Leang-leang.Foto:Wikipedia

SAESTUSAE.COM, MAKASSAR – Kabar duka menyelimuti dunia penerbangan tanah air pada Sabtu siang (17/1/2026). Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menempuh perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat yang membawa sejumlah penumpang ini kehilangan komunikasi di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan jadwal, pesawat seharusnya mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun, pantauan radar menunjukkan pesawat berhenti mengirimkan sinyal sekitar pukul 13.17 WITA, tepat sesaat sebelum memasuki prosedur pendaratan.

Tim SAR Gabungan Sisir Area Leang-leang
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima titik koordinat terakhir dari AirNav. Saat ini, fokus pencarian terarah pada kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, yang merupakan daerah perbukitan dan karst.

“Kami langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapatkan titik koordinasi dari AirNav. Fokus kami saat ini berada di sekitaran Leang-leang, Kabupaten Maros,” ujar Andi Sultan dalam keterangan resminya.

Basarnas Makassar telah mengerahkan sedikitnya tiga tim penyelamat dengan total 25 personel untuk melakukan penyisiran awal. Tim gabungan tersebut membawa peralatan evakuasi dan komunikasi lengkap guna mempercepat penemuan titik jatuh atau keberadaan pesawat tersebut.

Koordinasi Ketat Antarinstansi
Selain Basarnas, kepolisian setempat juga bersiaga untuk mengamankan jalur evakuasi dan mengumpulkan informasi dari warga sekitar. Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, menyatakan bahwa pihaknya masih terus memverifikasi laporan yang masuk dari lapangan.

“Informasinya memang demikian (hilang kontak), namun kami masih harus memastikan kebenaran lokasi pastinya terlebih dahulu,” kata Douglas saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu siang.

Pesawat jenis ATR 42-500 merupakan pesawat turboprop yang biasa melayani rute regional. Pihak otoritas bandara dan maskapai Indonesia Air Transport hingga kini belum memberikan rilis resmi terkait jumlah penumpang dan awak kabin yang berada di dalam pesawat tersebut.

Fokus pada Kecepatan Evakuasi
Medan di wilayah Maros, terutama di sekitar Leang-leang, memiliki karakteristik tebing dan vegetasi yang cukup rapat, yang berpotensi menjadi tantangan bagi tim pencari. Cuaca di sekitar Sulawesi Selatan pada saat kejadian juga menjadi faktor penting yang tengah dipantau oleh tim SAR dalam proses operasi ini.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau foto-foto hoaks terkait insiden ini guna menjaga perasaan keluarga korban. Pihak Basarnas berjanji akan terus memberikan informasi berkala seiring dengan perkembangan pencarian di lapangan.

By Lina