Persaingan Skuad PSIM YogyakartaManajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, beberkan kunci performa impresif Laskar Mataram di BRI Super League. Persaingan sehat antarpemain jadi senjata rahasia Jean-Paul van Gastel.Foto:IG@psimjogja

SAESTUSAE.COM, YOGYAKARTA – Penampilan apik PSIM Yogyakarta dalam mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 mencuri perhatian publik sepak bola tanah air. Di bawah asuhan pelatih Jean-Paul van Gastel,

Laskar Mataram tidak hanya mengandalkan strategi di lapangan, tetapi juga memupuk iklim persaingan sehat yang sangat ketat di dalam internal tim.

Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan timnya saat ini terletak pada objektivitas jajaran pelatih.

Menurutnya, setiap pemain memiliki kesempatan yang setara untuk masuk ke dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), asalkan mampu membuktikannya selama sesi latihan.

Objektivitas Jean-Paul van Gastel dalam Memilih Skuad

Razzi menilai Van Gastel merupakan sosok pelatih yang sangat adil dalam memberikan jam terbang. Pelatih asal Belanda tersebut tidak memandang status kebintangan pemain, melainkan kualitas performa terkini di lapangan hijau.

“Coach Jean-Paul sejauh ini cukup fair dalam menentukan pemain. Kami memanfaatkan skuad yang ada secara maksimal, dan alhamdulillah pelatih menaruh kepercayaan besar kepada para pemain,” ujar Razzi Taruna saat memberikan keterangan pada Jumat (23/1/2026).

Fenomena menarik terjadi di dalam tim, di mana pemain yang sebelumnya jarang mendapat kesempatan mulai menunjukkan taringnya.

Razzi mencontohkan nama-nama seperti Riyatno Abiyoso dan M. Iqbal yang perlahan mendapatkan menit bermain kembali setelah menunjukkan progres signifikan di sesi latihan. Sebaliknya, pemain yang performanya menurun harus rela kursinya digantikan oleh rekan setim yang lebih siap.

Target Realistis Sang Tim Promosi

Meskipun saat ini PSIM Yogyakarta bertengger di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 30 poin, manajemen memilih untuk tetap membumi. Dari 17 pertandingan yang telah dilakoni, Laskar Mataram sukses mengemas delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya menelan tiga kekalahan.

Sebagai tim yang berstatus promosi, manajemen menekankan bahwa target utama musim ini adalah bertahan di kasta tertinggi dengan nyaman. Razzi menegaskan bahwa pihaknya harus tetap realistis di tengah persaingan klub-klub mapan lainnya.

“Target kami tahun ini adalah bertahan dengan nyaman. Kami fokus betul di situ. Jika ternyata bisa meraih lebih, tentu itu prestasi luar biasa, namun kami harus sadar posisi kami masih dalam tahap belajar di level ini,” imbuh Razzi.

Fokus pada Pembangunan Infrastruktur dan Usia Muda
Sembari menjaga performa tim utama di BRI Super League, manajemen PSIM juga terus melakukan pembenahan internal secara menyeluruh. Hal ini mencakup perbaikan infrastruktur klub hingga penguatan sistem pembinaan di Elite Pro Academy (EPA).

Langkah jangka panjang ini bertujuan agar PSIM tidak hanya sekadar numpang lewat di kompetisi teratas, melainkan mampu membangun pondasi klub yang profesional dan mandiri demi masa depan sepak bola Yogyakarta yang lebih cerah.

By Lina