Solidaritas suporter PSIM Jogja Usai Derby Mataram 2026, suporter PSIM Yogyakarta tunjukkan solidaritas luar biasa dengan membela suporter Persis Solo yang terjerat kasus kriminalisasi.Foto:Instagram@psimjogja_official

SAESTUSAE.COM, YOGYAKARTA – Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo di Stadion Sultan Agung, Jumat (6/2/2026), memang berakhir imbang 0-0. Namun, pemandangan luar biasa justru tersaji di luar lapangan. Rivalitas panas yang sempat memuncak selama laga langsung luruh dan berganti menjadi aksi solidaritas kemanusiaan yang mengharukan.

Kelompok suporter PSIM, Lamidet FM (@LamidetFm), secara resmi menyatakan keriuhan pasca-laga telah usai. Lewat unggahan di platform X, mereka justru memilih menyuarakan dukungan moral bagi dua suporter Persis Solo, Bogi Setyo Bumo dan Hanif Bagas Utama, yang kini tengah menghadapi proses hukum.

Keduanya merupakan bagian dari komunitas ASSurakarta1923 yang ditetapkan sebagai terdakwa setelah mengikuti aksi demonstrasi di Solo pada Agustus 2025 silam. Dukungan ini mereka sampaikan melalui spanduk bertuliskan “Keep the Faith Bogi & Hanip” yang viral di media sosial.

“Sepak bola hanya 90 menit di lapangan. Selebihnya, kita sesama masyarakat biasa yang terus dihimpit kebijakan ngawur pemerintah. Solidaritas sesama warga tak mengenal warna,” tegas akun Lamidet FM dalam pernyataan resminya.

Bogi dan Hanif didakwa atas dugaan penghasutan melalui konten laporan aksi di media sosial, meski banyak pihak menilai mereka tidak terlibat kekerasan fisik. Langkah berani suporter Laskar Mataram ini pun mendapat apresiasi luas dari pendukung Persis Solo. Mereka menilai aksi ini sebagai pengingat bahwa musuh bersama rakyat bukanlah suporter lawan, melainkan ketidakadilan.

Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa di balik persaingan sengit antara Jogja dan Solo, terdapat kesadaran kolektif untuk saling menjaga sebagai sesama warga negara.

By Lina