Dampak Kematian El Mencho Terhadap Sepak Bola MeksikoTewasnya gembong kartel El Mencho memicu kekacauan massal di Meksiko hingga melumpuhkan kompetisi liga.Foto:Wikipedia

SAESTUSAE.COM, JAKARTA – Dunia olahraga Meksiko seketika mencekam setelah operasi militer berhasil melumpuhkan Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, gembong kartel paling diburu yang dikenal dengan julukan “El Mencho”. Tewasnya pemimpin tertinggi Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) ini memicu gelombang kekerasan massal yang memaksa otoritas menghentikan seluruh agenda pertandingan besar pada Minggu (22/2/2026).

Pemerintah Meksiko mengonfirmasi bahwa El Mencho mengembuskan napas terakhir akibat luka tembak setelah terlibat kontak senjata sengit di wilayah Tapalpa. Lokasi baku tembak tersebut hanya berjarak dua jam dari Guadalajara, salah satu kota penting yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia mendatang.

Laga Bergengsi Resmi Ditunda

Demi menjamin keselamatan pemain dan suporter, penyelenggara liga resmi menunda empat pertandingan krusial. Di kasta tertinggi sepak bola pria, laga antara Queretaro melawan Juarez FC terpaksa dijadwal ulang.

Dampak signifikan juga terasa di sektor sepak bola wanita, di mana laga Super Big Match yang sangat dinanti antara Chivas vs America batal digelar. Tidak hanya itu, dua pertandingan di divisi dua juga mengalami nasib serupa seiring dengan meningkatnya status siaga keamanan nasional.

Teror di Tengah Persiapan Piala Dunia

Pasca tewasnya sang pemimpin, anggota kartel merespons dengan aksi anarkis berupa pembakaran puluhan kendaraan dan blokade jalan di 11 negara bagian. Aksi ini menjadi alarm serius bagi kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia. Guadalajara sendiri dijadwalkan menggelar empat laga internasional yang melibatkan tim nasional besar seperti Spanyol, Korea Selatan, Uruguay, dan Kolombia.

Meski kondisi domestik sedang kacau, turnamen tenis Meksiko Terbuka (ATP) di Acapulco tetap menyatakan akan berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Meksiko masih memantau situasi terkait laga persahabatan internasional melawan Islandia yang dijadwalkan berlangsung Rabu (25/2) besok.

Kini, ribuan personel keamanan bersiaga penuh untuk meredam serangan balasan dari organisasi yang telah ditetapkan sebagai teroris internasional tersebut. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memulihkan situasi agar roda kompetisi dan aktivitas sosial masyarakat bisa kembali berjalan normal.

By Lina