jersey Baru Timnas Indonesia Kelme 2026Timnas Indonesia resmi luncurkan jersey terbaru dari Kelme. Desain terinspirasi tahun 1999 dan motif batik, John Herdman sebut materialnya sangat cocok untuk iklim Asia.Foto:pssi/web

SAESTUSAE.COM, JAKARTA – Skuad Garuda resmi memperkenalkan “perisai” baru untuk mengarungi kompetisi internasional tahun 2026. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan respons positif setelah melihat dan mencoba langsung jersey terbaru hasil kolaborasi PSSI dengan apparel asal Spanyol, Kelme. Menurutnya, perlengkapan tempur ini dirancang khusus untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem di kawasan Asia.

Herdman menilai para pemain akan merasakan kenyamanan ekstra berkat material yang disesuaikan dengan iklim tropis. Desain jersey ini tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga mengutamakan performa atlet di atas lapangan hijau.

“Saya rasa pemain akan merasakan level yang berbeda. Jersey ini benar-benar dirancang agar cocok dengan kondisi pertandingan di kawasan AFC. Dari sisi performa, para pemain pasti akan menyukainya,” ujar John Herdman saat peluncuran di Gelora Bung Karno, Kamis (12/3/2026).

Kolaborasi Filosofis Kelme dan PSSI

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, menjelaskan bahwa proses pengembangan jersey ini memakan waktu yang cukup panjang. Pihaknya banyak menyerap masukan dari PSSI, terutama terkait konsep identitas bangsa yang ingin ditampilkan dalam balutan desain modern.

Setiap elemen pada jersey kandang (home) maupun tandang (away) memiliki filosofi yang mendalam. Kelme berupaya menempatkan detail unik yang mencerminkan karakter asli Indonesia agar pemain tampil dengan kebanggaan penuh.

“Kami mendapatkan banyak masukan terkait filosofi yang harus dibawa. Seperti kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir, ada nilai kebangsaan di dalamnya. Untuk jersey tandang, kami menyisipkan motif batik sebagai identitas budaya,” ungkap Kevin Wijaya.

Inspirasi Kejayaan Masa Lalu

Menariknya, desain jersey kandang mengambil inspirasi dari seragam Timnas Indonesia tahun 1999. Warna merah dan putih tetap menjadi elemen dominan yang mewakili semangat pioneer Indonesia saat mulai merangkak menuju panggung sepak bola internasional di era tersebut.

Sementara itu, untuk jersey tandang, Kelme mengedepankan sisi tradisional melalui tenunan batik dengan pendekatan visual yang lebih modern. Penggunaan motif batik ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mata dunia saat Timnas melakoni laga tandang.

“Harapannya, melalui tenunan batik ini, dunia internasional bisa melihat sisi tradisional sekaligus modern dari Indonesia. Ini adalah identitas kita saat bertandang ke luar negeri,” pungkas Kevin.

By Lina