SAESTUSAE.COM, Mexico City β Pemerintah Meksiko bergerak cepat memperketat pengamanan di berbagai situs wisata sejarah menyusul insiden penembakan maut di Piramida Teotihuacan. Peristiwa yang terjadi kurang dari dua bulan sebelum pembukaan Piala Dunia 2026 ini memicu kekhawatiran global mengenai kesiapan keamanan negara tuan rumah tersebut.
Aksi penembakan yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata tunggal dari puncak piramida tersebut menewaskan seorang turis asal Kanada dan melukai belasan orang lainnya. Teotihuacan, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, sedianya menjadi destinasi utama bagi jutaan penggemar sepak bola yang akan membanjiri wilayah tersebut pada musim panas mendatang.
Respons Tegas Presiden Claudia Sheinbaum
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, langsung menghadapi rentetan pertanyaan tajam mengenai protokol keamanan nasional. Meskipun mengakui adanya celah pada sistem penyaringan keamanan di lokasi arkeologi, Sheinbaum menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kejadian isolasi yang sangat jarang terjadi di ruang publik Meksiko.
“Kewajiban kami sebagai pemerintah adalah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan situasi seperti ini tidak terulang kembali. Masyarakat Meksiko tahu bahwa ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di lokasi tersebut,” tegas Sheinbaum dalam konferensi pers, Selasa (22/4/2026).
Pihak berwenang mengidentifikasi bahwa pelaku terinspirasi oleh pengaruh luar, khususnya tragedi penembakan massal di Amerika Serikat. Hal ini mengejutkan publik karena selama ini kekerasan di Meksiko lebih sering terkait dengan konflik kartel di wilayah terpencil, bukan penembakan massal di situs wisata.
Mobilisasi Garda Nasional di Destinasi Wisata
Merespons situasi darurat ini, Sekretaris Keamanan Meksiko, Omar GarcΓa Harfuch, memerintahkan pengerahan personel Garda Nasional secara besar-besaran. Fokus pengamanan kini tidak hanya terpaku pada stadion, tetapi juga meluas ke seluruh situs arkeologi dan destinasi wisata utama di seluruh negeri.
Pemerintah akan meningkatkan pemeriksaan keamanan, memperkuat sistem pengawasan digital, serta menyiagakan detektor ancaman guna mengidentifikasi potensi bahaya terhadap pengunjung. Langkah ini menjadi krusial untuk memperbaiki citra Meksiko yang sempat terganggu oleh lonjakan kekerasan kartel di Guadalajara pada Februari lalu.
Pertaruhan Citra Meksiko sebagai Tuan Rumah
Analis keamanan Meksiko, David Saucedo, menilai tragedi di Teotihuacan ini merusak narasi keamanan yang sedang dibangun pemerintah. Padahal, data menunjukkan angka pembunuhan telah turun ke level terendah dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Sheinbaum.
Guna menjamin kelancaran Piala Dunia 2026, Meksiko telah menyiapkan 100.000 personel keamanan yang tersebar di tiga kota tuan rumah: Kota Meksiko, Guadalajara, dan Monterrey. Ribuan kendaraan militer, pesawat nirawak (drone), dan zona perimeter ketat di sekitar bandara telah disiagakan sejak jauh hari.
“Kebijakan publik bukan milik segelintir orang. Ia lahir dari uang rakyat dan harus kembali untuk kepentingan rakyat,” kutipan ini menjadi pengingat bahwa keamanan turis adalah bagian dari layanan publik yang harus dijamin pemerintah, terutama saat mata dunia tertuju pada Meksiko sebagai penyelenggara turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat.
Meskipun FIFA menyatakan kepercayaan penuh terhadap otoritas Meksiko, tekanan publik internasional kini berada pada puncaknya. Pemerintah Meksiko harus membuktikan bahwa pengerahan pasukan besar-besaran mampu memberikan rasa aman bagi jutaan fans tanpa mengabaikan kebutuhan keamanan di wilayah-wilayah rawan kejahatan lainnya.
